Vol 6, No 1 (2019) > Articles >

Formulasi Sediaan Losio Ekstrak Etanol Meniran (Phyllanthus niruri L.) Sebagai Penumbuh Rambut Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar

Sri Luliana , Rise Desnita , Sehro Sehro

 

Abstract:

ABSTRACT

Meniran (Phyllanthus niruri L.) is a plant used to promote hair growth. In this research, ethanolic extract of P.niruri was formulated into lotion because it was more evenly distributed and non sticky in use compared to cream and gel. The aims of this research is to determine the hair growth activity of the ethanolic extract of P.niruri and the effect of using menthol 1% as an enhancer in lotion formulation. In this research two formula were being tested where Formula I (F1) without menthol 1% and Formula II (F2) with menthol 1%. The 5% of extract was being used in the formulation. The lotion was applied to the rats skin and the hair length was measured on day 7, 14 and 21, while the hair weight was measured on day 21. The results showed that the average hair length on F2 (12.68 3.13 mm) was longer than the F1 (11.21 2.58 mm) although there was no significant difference between both formulas. The average hair weight on F2 (23.00 10.74 mg) was greater that the F1 which was only 15.83 6.11 mg. Both formulas have a longer hair growth activity compared to normal controls (10.74 0.86 mm). It can be concluded that the lotion of ethanolic extract of P. niruri could promote hair growth in white wistar rats and the addition of 1% menthol as an enhancer gave better hair growth activity in F2 group.

ABSTRAK

Meniran (Phyllanthus niruri L.) adalah tanaman yang digunakan sebagai penumbuh rambut. Pada penelitian ini, ekstrak etanol meniran diformulasikan dalam sediaan losio karena penyebarannya lebih merata dan tidak lengket dalam penggunaanya dibandingkan sediaan krim dan gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan losio ekstrak etanol meniran dan pengaruh penambahan mentol 1% dalam sediaan losio sebagai penumbuh rambut terhadap tikus putih jantan galur wistar. Pada penelitian ini digunakan 2 formula yaitu Formula I (F1) tanpa mentol 1% dan Formula II (F2) dengan penambahan mentol 1%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 5%. Sediaan losio kemudian diaplikasikan pada kulit tikus secara topikal dan selanjutnya panjang rambut diukur pada hari ke-7, 14 dan 21 sedangkan bobot rambut diukur pada hari ke-21. Hasil pengujian aktivitas pertumbuhan rambut pada hari ke-21 menunjukkan rata-rata panjang rambut, pada F2 memiliki aktivitas pertumbuhan rambut yang lebih panjang yaitu 12,68 3,13 mm dari pada F1 yaitu 11,21 2,58 mm meskipun perbedaannya tidak signifikan dan bobot rambut F2 sebesar 23,0010,74 mg lebih berat dari pada F1 yaitu 15,836,11 mg. Kedua formula memiliki aktivitas penumbuh rambut yang lebih panjang dibandingkan dengan kontrol normal (10,740,86 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan losio ekstrak etanol P.niruri memiliki aktivitas sebagai penumbuh rambut dan adanya penambahan mentol 1% sebagai enhancer memberikan pertumbuhan rambut yang lebih baik pada kelompok F2.


Keywords: meniran; mentol 1%; losio; penumbuh rambut; Phyllanthus niruri; menthol 1%; lotion; hair growth

Published at: Vol 6, No 1 (2019) pages: 52-61

DOI: 10.7454/psr.v6i1.4266


Access Counter: 1800 views

Full PDF Download

References:

Ansel, H.C. (2005). Pengantar bentuk sediaan farmasi (Empat). Universitas Indonesia.

Astuti, K.W., Wijayanti, N.P.A.D., Prasetian, I.G.N.J.A., & Sari, D.A.F. (2017). Development of gel dosage form of ethyl acetate extract of mangosteen rind (Garcinia mangostana L.). JHSM, 1(2).

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 Tentang pedoman uji toksisitas nonklinik secara in vivo. Jakarta.

Bagalkotkar, G., Sagineedu, S.R., Saad, M.S., & Stanslas, J. (2006). Phytochemicals from Phyllanthus niruri Linn . and their pharmacological properties : a review. Journal of Pharmacy and Pharmacology, 58, 1559–1570. https://doi.org/10.1211/jpp.58.12.0001

Dalimartha, S. (2000). Atlas tumbuhan obat indonesia. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Farmakope herbal Indonesia (Edisi 1). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Fitriana, A., Wahyuningrum, R., & Sudarso. (2012). Daya repelan dan uji iritasi formula lotion ekstrak etanol daun sirih (Piper betle Linn) dengan variasi basis lanolin terhadap nyamuk Aedes aegypti. Pharmacy, 9(2), 39–57.

Garg, A., Aggarwal, D., Garg, S., & Singla, A.K. (2002). Spreading of semisolid formulations. Pharmaceutical Technology, (84–105).

Krisyanella, Susilawati, N., & Rivai, H. (2013). Pembuatan dan karakterisasi serta penentuan kadar flavonoid dari esktrak kering herba meniran (Phyllanthus niruri L.). Jurnal Farmasi Higea, 5(1), 9–21.

Lukman, A,, Susanti, E., & Oktaviana, D.R. (2012). Formulasi gel minyak kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii Bl) sebagai sediaan antinyamuk. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 1(1), 24–29.

Megantara, I.N.A.P., Megayanti, K., Wirayanti, R., Esa, I.B.D., Wijayanti, N.P.A.D., & Yustiantara, P.S. (2017). Formulasi lotion ekstrak buah raspberry (Rubus rosifolius) dengan variasi konsentrasi trietanolamin sebagai emulgator serta uji hedonik terhadap lotion. Jurnal Farmasi Udayana, 6(1), 1–5.

Nusmara, K.G. (2012). Uji stabilitas fisik dan aktivitas pertumbuhan rambut tikus putih dari sediaan hair tonic yang mengandung ekstrak etanol daun pare (Momordica charantia). Skripsi. Sarjana Farmasi FMIPA UI, Depok.

Patel, S,, Sharma, V., Chauhan, N.S., Thakur, M., & Dixit, V.K. (2015). Evaluation of hair growth gromoting activity of Phyllanthus niruri. Avicenna Journal of Phytomedicine, 5(6), 512–519. https://doi.org/PMC4678496

Prasojo, A.P.S., Mulyani, S., & Mufrod. (2012). Pengaruh lama penyimpanan terhadap stabilitas fisik dan kimia lotion penumbuh rambut ekstrak biji kemiri ( Aleurites moluccana L. Willd). Majalah Obat Tradisional, 17(1), 1–7.

Pratimasari, D., Sugihartini, N., & Yuwono, T. (2015). Evaluasi sifat fisik dan uji iritasi sediaan salep minyak atsiri bunga cengkeh dalam basis larut air. Jurnal Ilmiah Farmasi, 11(1), 9–15.

Saifudin, A., Rahayu, V., & Teruna, H.Y. (2011). Standarisasi bahan obat alam. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Setyawan, E.I., Samirana, P.O., Padmanaba, I.G.P., & Mahamuni, L.P.K. (2016). Efek PEG 400 dan mentol pada formulasi patch ekstrak daun sirih (Piper betle L.) terhadap pelepasan senyawa polifenol. Jurnal Farmasi Udayana, 5(2), 12–18.

Tranggono, R.I., & Latifah, F. (2007). Buku pegangan ilmu pengetahuan kosmetik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wikramanayake, T.C., Villasante, A.C., Mauro, L.M., Perez, C.I., Schachner, L.A., & Jimenez, J.J. (2012). prevention and treatment of alopecia areata with quercetin in the C3H/HeJ mouse model. Cell Stress and Chaperones, 17(2), 267–274. https://doi.org/10.1007/s12192-011-0305-3

Williams, A.C., & Barry, B.W. (2004). Penetration enhancers reviews. Advanced Drug Delivery Reviews, 56, 603–618. https://doi.org/10.1016/j.addr.2003.10.025