Vol 6, No 1 (2019) > Articles >

Analisis Potensi Interaksi Obat Golongan Antidepresan pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Tahun 2016

Atika Wahyu Puspitasari , Loranda Angeline

 

Abstract:

ABSTRACT

Schizophrenic patients who used antidepressant combination drug therapy in their treatment can cause drug interaction. This study aimed to determine the potential drug interactions of antidepressant in schizophrenic patients. The study designed was cross-sectional by random sampling. The samples were secondary data from outpatient prescriptions and medical record of schizophrenic patients in Psychiatric Hospital Dr. Soeharto Heerdjan during 2016. From 743 drug prescriptions, it was found that 694 (91.41%) drug prescriptions having 1286 (61.24%) cases of drug interaction. The most common interaction were fluoxetine and risperidone in 376 cases (29.24%). The proportion based on interaction level was 1246 cases (96.89%) for severe, 34 cases (2.64%) for moderate, and 6 cases (0.47%) for minor. The study concluded that antidepressant prescribing needs to be closely monitored because of high incidence in drug interactions or modified when the negative impact was greater than the positive impact.

ABSTRAK

Pasien skizofrenia yang menggunakan terapi obat kombinasi antidepresan dalam pengobatannya dapat menimbulkan interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat golongan antidepresan pada pasien skizofrenia. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder dari resep dan rekam medis pasien skizofrenia rawat jalan di RSJ Dr. Soeharto Heerdjan tahun 2016 dengan metode retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Data sampel yang dianalisis sebanyak 743 lembar resep dan sebanyak 694 (91,41%) lembar resep terdapat interaksi obat dengan jumlah kasus interaksi sebanyak 1286 kasus (61,24%). Jenis interaksi obat yang paling banyak ditemukan adalah fluoksetin dan risperidon sebanyak 376 kasus (29,24%). Tingkat keparahan interaksi mayor sebanyak 1246 kasus (96,89%), moderat sebanyak 34 kasus (2,64%) dan minor sebanyak 6 kasus (0,47%). Tingginya kejadian interaksi obat pada peresepan antidepresan memerlukan pemantauan yang ketat, dan bila perlu dimodifikasi ketika dampak negatif yang ditimbulkan lebih besar daripada dampak positif.


Keywords: antidepresan; interaksi obat; skizofrenia; rumah sakit; rawat jalan; antidepressant; drug interaction; schizophrenia; hospital; outpatient

Published at: Vol 6, No 1 (2019) pages: 13-20

DOI: 10.7454/psr.v6i1.4196


Access Counter: 1969 views

Full PDF Download

References:

Amir, N. (2015). Buku ajar psikiatri Edisi ke-2. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Brown, C.H. (2008). Psychotropic disorders : Overview of drug–drug interactions with SSRIs. US Pharm. 33(1), 3-19

Churi, S., Nag, K.A., Umesh, M. (2011). Assesment of drug-drug interactions in hospitalised patients in India. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research. 4(1), 63.

Dasopang, E.S., Harahap, U., Lindarto, D. (2015). Jumlah obat dan interaksi obat pasien usia lanjut rawat jalan dengan penyakit metabolik. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia.

Fitriana, I., Mutmainah, N. (2015). Potensi interaksi obat antidepresan di rumah sakit jiwa “X” Jawa Tengah Periode Januari-September 2015. Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.

Katona, C., Cooper, C., Mary, R. (2012). At a Glance Psikiatri. Ahli bahasa: Asri Dwi Rachmawati. Jakarta: Erlangga.

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Peran keluarga dukung kesehatan jiwa masyarakat. 14 September 2018. Diambil dari http://www.depkes.go.id/article/print/16100700005/peran-keluarga-dukung-kesehatan-jiwa-masyarakat.html

Moore, T.A., Buchanan, R.W., Buckley, P.F., Chiles, J.A., Conley, R.R., Crismon, M.L., et al. (2007). The Texas medication algorithm project antipsychotic algorithm for schizophrenia. Journal of Clinical Psychiatry 68, 1752 – 1762.

Redayani, P. (2015). Buku ajar psikiatri Edisi ke-2. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Rianti, I., Octaviany, A.F., Kinanti, S. (2015). Analisis efektivitas terapi dan biaya antara haloperidol kombinasi dengan risperidon kombinasi pada terapi skizofrenia fase akut. Yogyakarta : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Rossi, A., Barraco, A., Donda, P. (2004). Fluoxetine: a review on evidence based medicine. Ann Gen Hosp Psychiatry;3:2 .

Sari, D.P. (2015). Interaksi obat antipsikotik pada pengobatan pasien skizofrenia rawat jalan di RSUP H.Adam Malik Medan [Skripsi]. Medan : USU.

Spina, E., Avenoso, A., Scordo, M.G., Ancione, M., Gatti , G., et al. (2002). Inhibition of risperidone metabolism by fluoxetine in patients with schizophrenia: a clinically relevant pharmacokinetic drug interaction. J Clin Psychopharmacol; 22(4):419-23.

Truven Health Analytics. (2013). Drug Interactions. Diambil dari http://www.micromedexsolutions.com/micromedex2/4.34.0/WebHelp/MICROMEDEX_2.htm#Tools/Interactions/Drug_Interactions_severity_definitions.htm

Mao,Ye-Meng., Zhang, Ming-Dao. (2015). Augmentation with antidepressants in schizophrenia treatment: benefit or risk. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4370910/

Wagner, K.D. (2015). Antidepressants: Risk vs Benefit in Depression. Diambil dari http://www.psychiatrictimes.com/geriatric-psychiatry/antidepressants-risk-vs-benefit-depression

Wells, B.G., DiPiro, J.T., Schwinghammer, T.L., & Dipiro, C.V. (2015). Pharmacotherapy Handbook (9 ed.). United States : McGraw-Hill Education.

World Health Organization. (2016). Schizophrenia. Agustus 20, 2017. Diambil dari: http://www.who.int/mental_health/management/schizophrenia/en/