Vol 4, No 3 (2017) > Articles >

Pengujian Aktivitas Antibakteri Sabun Cair dari Ekstrak Kulit Daun Lidah Buaya

Rafika Sari , Ade Ferdinan

 

Abstract:

Tanaman lidah buaya merupakan tanaman khas dari Kalimantan Barat. Tanaman ini mempunyai bagian kulit daun yang bersifat antibakteri, antiinflamasi,  tidak toksik, dan sampai saat ini merupakan salah satu dari 10 tanaman terlaris di dunia yang berpotensi untuk dikembangkan  sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sabun cair dari ekstrak kulit daun lidah buaya terhadap beberapa bakteri patogen.Ekstrak kulit daun lidah buaya dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol. Ekstrakselanjutnya diformulasikan menjadi sediaan sabun cair. Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, penentuan nilai pH, bobot jenis dan tinggi busa. Pengujian aktivitas antibakteri sabun cair dilakukan menggunakan metode difusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun yang dihasilkan berbentuk kental, berwarna putih kekuningan, berbau khas lidah buaya, pH pada hari ke- 0, 7 dan 14 berturut-turut adalah 8; 8,9; dan 9,4,  bobot jenis  1,033 g/ml, tinggi busa pada menit ke-5, 10 dan 15 adalah 76,92%, 19,23% dan 19,23%. Sabun cair ekstrak kulit daun lidah buaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap kelompok bakteri Gram positif (Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Bacillus subtilis, Bacillus cereus) dan bakteri Gram negatif (Salmonella typhimurium, Proteus mirabilis, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli).


Keywords: ekstrak kulit daun lidah buaya; sabun cair; bakteri patogen; Aloe vera skin leaves extract; liquid soap; pathogenic bacteria

Published at: Vol 4, No 3 (2017) pages: 111-120

DOI: 10.7454/psr.v4i3.3763


Access Counter: 707 views

Full PDF Download

References:

Amin, H. (2006). Kajian penggunaan kitosan sebagai pengisi dalam pembuatan sabun transparan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

Azubuike, C.P., Ejimba, S.E., Idowu, A.O., Adeleke, I. (2015). Formulation and evaluation of antimicrobial activities of herbal cream containing ethanolic extracts of Azadirachta indica leaves and Aloe vera gel. Journal of Pharmacy and Nutrition Sciences, 5, 137-142.

Chang, H.M., & But, P.P.H. 2001. Pharmacology and Applications of Chinese Materia Medica. Volume I. World Scientific Publishing, Singapore. pp. 70-71.

Dzoyem, J.P., Hamamoto, H., Ngameni, B., Ngadjui, B.T., Sekimizu, K. (2013). Antimicrobial action mechanism of flavonoids from Dorstenia species. Drugs Discoveries & Therapeutics, 7(2), 66-72.

Hernandez, N.E., Tereschuk, M.L., Abdala, L.R. (2000). Antimicrobial activity of flavonoids in medicinal plants from Tafi del valle. Journal of Ethnopharmacology, 73, 317-322.

Hernani, Bunasor, T.K., Fitriati. (2010). Formula sabun transparan antijamur dengan bahan aktif ekstrak lengkuas (Alpinia galanga L.Swartz). Bul. Littro, 21 (2), 192 – 205.

Kumar, H.N.K., Chandana, E., Preethi, S.D., Chauhan, J.B. (2012). In vitro antimicrobial activity and phytochemical screening of Aloe vera Linn. Int J Curr Pharm Res, 4(3), 45-47.

Kumar, S. 2016. Essentials of Microbiology. Jaypee Brothers Medical Publishers, New Delhi. pp. 560-561.

Lawrence, R., Tripathi, P., Umar, E.J. (2009). Isolation, purification and evaluation of antibacterial agents from Aloe vera. Brazillian Journal of Microbiology, 40, 906-915.

Mamtha, B., Kavitha, K., Srinivasan, K.K., Shivananda, P.G. (2004). An in vitro study of the effect of Cantella asiatica (Indian pennywort) on enteric pathogens. Indian Journal of Pharmacology, 36(1), 41.

Pradipto, M. (2009). Pemanfaatan minyak jarak pagar (Jatropa curcas L) sebagai bahan dasar sabun mandi. Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Sharma, A., Yadav, R., Gudha, V, Soni, U.N., Patel, J.R. (2016). Formulation and evaluation of herbal hand wash. World Journal of Pharmcay and Pharmaceutical Sciences, 5 (3), 675-683.

Srivasta, S.B. (1982). Soap, detergent and parfume and industry (soap and detergent manufacturing guide). 43rd Publication On Small Scale Industries. New Delhi-India: Small Industry Research Institute.

Standar Nasional Indonesia. (1996). Sabun Mandi Cair. Jakarta: Dewan Standarisasi Nasional. pp. 1-10.

Tong, S.Y.T., Davis, J.S., Eichenberger, E., Holland, T.L., Fowler, F.G. (2015). Staphylococcus aureus infections: Epidemiology, pathophysiology, clinical manifestations, and management. Clinical Microbiology Reviews, 28(3), 603-661.

Widia, W. (2012). Formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun lidah buaya (Aloe vera (L.) Webb) sebagai antijerawat dengan basis sodium alginat dan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus epidermidis. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1-12.

Xue, P., Yao, Y., Yang, X.S., Feng, J., Ren, G.X. (2017). Improved antimicrobial effect of ginseng extract by heat transformation. Journal of Ginseng Research, 41, 180-187.