Vol 4, No 3 (2017) > Articles >

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria microcarpa Baill.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Proteus mirabilis

Mutiara Muhani , Rafika Sari , Inarah Fajriaty

 

Abstract:

Daun gaharu (Aquilaria microcarpa Bail) merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan kandungan  senyawa metabolit sekunder daun gaharu dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Proteus mirabilis dengan metode Disc diffusion Kirby-Bauer. Simplisia daun gaharu dimaserasi dengan etanol 96%.  Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun gaharu  mengandung flavonoid,fenol,tanin,saponin dan steroid. Selanjutnya dilakukan KLT untuk penegasan adanya senyawa kimia pada ekstrak daun gaharu menggunakan fase gerak butanol:asam asetat:air (4:1:5) dengan fase diam silika gel GF254 dengan penampak bercak FeCl3 5% untuk fenolik dan AlCl3 5% untuk flavonoid kemudian di deteksi pada sinar UV 254nm dan 366nm. Kontrol positif yang digunakan adalah Siprofloksasin 50μg sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 20%. Berdasarkan hasil rata-rata diameter zona hambat ekstrak etanol daun gaharu pada Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 300 mg/mL, 400 mg/mL, 500 mg/mL yaitu 12,50 mm, 13,51 mm,  15,80 mm. Sedangkan pada Proteus mirabilis dengan konsentrasi 300 mg/mL, 400 mg/mL, 500 mg/mL yaitu 12,10 mm, 13,26 mm, 15,19 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun gaharu memiliki aktivitas pada Gram positif dan Gram negatif.


Keywords: antibacterials; ethanol extract of leaves agarwood; Staphylococcus aureus; Proteus mirabilis

Published at: Vol 4, No 3 (2017) pages: 143-154

DOI: 10.7454/psr.v4i3.3756


Access Counter: 3141 views

Full PDF Download

References:

Wattimena. (1991). Farmakodinamik dan terapi antibiotik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Pemerintah Kabupaten Kota Pontianak. (2012). Profil Dinas Kesehatan Tahun 2012. Pontianak: Dinas Kesehatan Kota Pontianak

Sudigdoadi, S. (2010). Mikrobiologi pada infeksi kulit. Bandung: Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran

Wijayanti, E. C. (2016). Penentuan sensitivitas antibiotik terhadap bakteri Proteus mirabilis yang terdapat pada ulkus diabetikum derajat III dan IV wagner. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura

Jannah, M. A. (2016). Penentuan sensitivitas antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang terdapat pada ulkus diabetikum derajat III dan IV wagner. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura

Wahyuni, S. (2008). Karakteristik dan viabilitas biji gaharu (Aquilaria microcarpa Baill.) dari tanaman koleksi Kebun Raya Bogor. Buletin Kebun Raya Indonesia, 11(1), 1-8

Yesmin, B. (2016). Study on agarwood (Aquilaria malaccensis) to evaluate antibacterial and antioxidant activities of n-hexane, chloroform and ethyl acetate extracts. Bangladesh: Department of Pharmacy, Southeast University, Banani, Dhaka

Silaban, S. (2013). Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk). Skripsi. Medan: USU Press

Mohammad, S., Shahanara, B., Nilufar, N. (2010). Study of an endophytic fungus from Aquilaria malaccensis Lamk. Bangladesh J Pharmacol, 5, 21-24

Saifudin, A., Rahayu., Teruna. (2011). Standarisasi bahan obat alam. Yogyakarta: Graha Ilmu

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter standar umum ekstrak tumbuhan obat (Cetakan 1). Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan

Kristanti, A.N., Aminah, N.A., Tanjung, M., Kurniadi, B. (2008). Buku ajar fitokimia. Surabaya: Airlangga University Press

Septiana, R.S. (2011). Identifikasi dan uji aktivitas antibakteri fraksi teraktif daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz&Pau). Tesis. Solo: Universitas Sebelas Maret

Handa, S.S. (2009). An Overview of Extraction Techniquies for Medical and Aromatic Plants. Dalam Extraction Techniquies for Medical and Aromatic Plants. Trieste: International Centre For Sciene and High Technology

Difco. (1977). Difco manual of dehyrated culture media and reagens for microbiology and clinical laboratory procedures. (9th Edition). Detroid Michigan: Difco Laboratories

Miranti, M., Prasetyorini., Suwary, C. (2013). Perbandingan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 30% dan 96% kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekologia, 13(1), 9-18

Darsana, I.G.O., Besung, I.N.K., Mahatmi, H. (2012). Potensi binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escheria coli secara in vitro. Indonesia Medicus Vaterinus, 1(3), 337-351

Ji YS., Lestari, N.D., Rinanda, T. (2012). Uji Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 30% dan 96% kelopak bunga rosella ( Hibiscus sabdariffa) terhadap bakteri Streptococcus pyogenes secara in vitro. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 12(1), 31-36

Yunita, D.W. (2012. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Staphylococcus aureus atcc 25923, Shigella sonnei atcc 9290, dan Escherichia coli atcc 25922. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta