Vol 4, No 1 (2017) > Articles >

Kompleks Polielektrolit Kitosan-Xanthan sebagai Matriks Sediaan Mukoadhesif

Kurnia Sari Setio Putri, Silvia Surini, Bambang Sulistomo

 

Abstract:

Sediaan
mukoadhesif merupakan bentuk sediaan farmasi dengan waktu tinggal di lambung yang
lebih panjang sehingga dapat meningkatkan bioavalilabilitas obat. Untuk membuat
sediaan mukoadhesif ini diperlukan eksipien yang dapat menempel pada mukosa
lambung dan memiliki daya mengembang yang sesuai untuk mengatur pelepasan obat
dari sediaan. Berdasarkan studi pendahuluan diketahui bahwa kompleks
polielektrolit kitosan-xanthan dengan perbandingan 1:1 memiliki daya mengembang
yang sesuai untuk dikembangkan sebagai sediaan mukoadhesif. Penelitian ini
bertujuan untuk meneliti kemampuan eksipien kompleks polielektrolit kitosan-gum
xanthan (KPKX) sebagai matriks sediaan granul mukoadhesif tertahan di lambung.
Pada penelitian ini KPKX 1:1 digunakan sebagai matriks pada granul mukoadhesif
dengan perbandingan obat dengan KPKX (1:1, 1:2, dan 1:3), dengan diltiazem HCl
sebagai model obat. Granul dibuat dengan metode granulasi basah, kemudian diuji
kemampuan menempel secara in vitro, serta profil pelepasan obatnya. Hasil
evaluasi menunjukkan bahwa formula F2 yang mengandung
diltiazem HCl dengan KPKX 1:1 mampu tetap menempel di mukosa lambung hingga 8-12
jam dan menunjukkan profil pelepasan obat yang terkendali hingga 8 jam. Dari
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa KPKX dapat merupakan eksipien yang
sesuai untuk digunakan sebagai matriks mukoadhesif.

Keywords: xanthan gum, chitosan, polyelectrolyte complex, mucoadhesive, gastro-retentive dosage forms
Published at: Vol 4, No 1 (2017) pages: 1-12
DOI:

Full PDF Download

References


Argin-Soysal, S., Kofinas, P., & Lo, Y.M. (2009). Effect of Complexation Conditions on Gum xanthan - Chitosan Polyelectrolyte Complex Gels. Food Hydrocolloids, 23, 202-209.

Anwar, E., Komariah, E., Junaedi. (2011). Preparation and Characterization of Co-processed Excipient Carrageenan-Pregelatized Cassava Starch Propionate as a Matrix in the Gastroretentive Dosage Form. Makara Sains, 15 (2), 148 - 154.

Berger, J., Reist, M., Mayer, J.M, Felt, O., Peppas, N.A., & Gurny, R. (2004). Structure and Interactions in Covalently and Ionically Crosslinked Chitosan Hydrogels for Biomedical Applications. European Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics, 57, 19-34.

Chime, S.A., Onunkwo G.C., & Onyishi I.I. (2013). Kinetics and Mechanism of Drug Release from Swellable and Non-Swellable Matrices: A Review. Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences. Volume 4, Issue 2, 97-103.

Davis, S.S. 2005. Formulation Strategies for Absorbtion Windows. Drug Discovery Today.

Hamman, J.H. (2010). Chitosan Based Polyelectrolyte Complexes as Potential Carrier Materials in Drug Delivery Systems. Marine Drugs, 8, 1305-1322.

Harish, N.M., Prabhu, P., Charyulu, R.N., Gulzar, M.A., dan Subrahmanyam, E.V.S. (2009). Formulation and Evaluation of in situ Gels Containing Clotrimazole for Oral Candidiasis. Indian J Pharm Sci., 71(4), 421-427.

Lankalapalli, S. & Kolapalli, V.R.M. (2009). Polyelectrolyte Complexes: A Review of Their Applicability in Drug Delivery Technology. Indian Journal of Pharmaceutical Sciences, 71(5), 481-487.

Rahman, Md.M., Khalipha, A.B.R., Rishikesh, Opu, Md.B., Fakhruddin. (2011). Formulation and in-vitro evaluation of Ketotifen Fumarate Sustained Release Matrix Tablets Using HPMC 4000 cps (Methocel K4M CR) and Gum xanthan Gum (3:1). International Journal of Drug Delivery, 3: 513-524.

Shelma, R., Sharma, Chandra P. (2010). Acyl Modified Chitosan Derivatives for Oral Delivery of Insulin and Curcumin. J Mater Sci, 21: 2133-2140.

United States Pharmacopeial Convention. (2008). United States Pharmacopeia (USP 32 NF 27). Rockville: United States Pharmacopeia.

Zate, S.U., Kothawade, P.I., Mahale, G.H., Kapse K.P., & Anantwar S.P. (2010). Gastro Retentive Bioadhesive Drug Delivery System: A Review. International Journal of PharmTech Research, Vol.2, No.2, pp 1227-1235.