Vol 3, No 2 (2016) > Articles >

Validasi Metode Analisis Ofloksasin dalam Plasma In Vitro secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi-Fluoresensi Mengacu pada European Medicines Agency Guideline

Letitia Tania, Eme Stepani Sitepu, Yahdiana Harahap

 

Abstract: Ofloksasin merupakan salah satu antibiotika golongan fluorokuinolon generasi kedua. Konsentrasi ofloksasin dalam plasma kecil, sehingga diperlukan metode analisis yang selektif, akurat, dan sensitif. Pada penelitian ini, dilakukan optimasi dan validasi metode analisis ofloksasin dalam plasma in vitro menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi deteksi fluoresensi dengan siprofloksasin HCl sebagai baku dalam. Pemisahan dilakukan dengan menggunakan kolom C18 (Waters, SunfireTM 5 µm; 250 x 4,6 mm) dengan fase gerak isokratik yang terdiri dari trietilamin 1% dalam air pH 3,0–asetonitril (84:16), laju alir 1,0 mL/menit, suhu kolom 40oC, dan deteksi ofloksasin dilakukan pada panjang gelombang eksitasi 300 nm dan emisi 500 nm. Proses ekstraksi plasma dilakukan dengan metode pengendapan protein menggunakan metanol melalui proses vorteks selama 2 menit dan sentrifugasi pada kecepatan 10000 rpm selama 10 menit. Validitas dan linearitas metode analisis berada pada rentang konsentrasi 21,4 ng/mL – 4280 ng/mL dengan LLOQ 21,4 ng/mL. Nilai % diff dan koefisien variasi untuk akurasi dan presisi intra hari dan antar hari tidak lebih dari + 20% untuk konsentrasi LLOQ dan + 15% untuk konsentrasi rendah, sedang, dan tinggi. Ofloksasin dalam plasma dinyatakan stabil selama 3 siklus beku dan cair, stabil minimal 24 jam pada suhu kamar dan selama minimal 28 hari pada suhu -20oC. Metode analisis ofloksasin dalam plasma ini sudah memenuhi kriteria penerimaan sesuai persyaratan validasi pedoman EMEA
Keywords: siprofloksasin HCL; fluoresensi; KCKT; ofloksasin; validasi; ciprofloxacin HCl, fluoresence, HPLC, ofloxacin, validation
Published at: Vol 3, No 2 (2016) pages: 61-71
DOI:

Full PDF Download

References


Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2011). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Makanan Tentang Obat Wajib Uji Bioekivalensi. Website : http://www2.pom.go.id/public/hukum_perundangan/pdf/per_obatujiekivalen.pdf.

Europe Medicines Agency. (2011). Guideline on bioanalytical method validation. Website : http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Scientific_guideline/2011/08/WC500109686.pdf.

European Association of Urology. (2013). Guidelines on Urological Infections. Website : http://www.uroweb.org/gls/pdf/18_Urological%20infections_LR.pdf.

Food and Drugs Administration. (2001). Guidance for Industry : Bioanalytical method validation. Website : http://www.fda.gov/downloads/Drugs/Guidances/ucm070107.pdf.

Hadjar, M. M. I. (1985). Teknik analisis obat dalam cairan biologis dengan GLC dan HPLC. Cermin Dunia Kedokteran No. 37 (hal :13-17). Jakarta : Pusat Penelitian dan Pengembangan PT. Kalbe Farma.

Harahap, Y. (2010). Peran Bioanalisis dalam Penjaminan Kualitas Obat dan Peningkatan Kualitas Hidup Pasien. Pidato pada Upacara Pengukuhan Sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Farmasi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Depok : Penerbit Universitas Indonesia.

Harmita. (2006). Buku Ajar Analisis Fisikokimia. Depok : Departemen Farmasi FMIPA Universitas Indonesia.

Krishna, C., Vignesh, R., Chelladurai, R., & Patil, R.S. (2012). A Highly specific, sensitive and high throughput method for the determination of ofloxacin in human plasma by Liquid Chromatography coupled with tandem mass spectrometry. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research. Mumbai. 5(3):174-179.

Mc.Neil, O. (2008). Floxin Tablets. Medication Guide : Division of Ortho McNeil Janssen Pharmaceuticals, Inc.

Mustariachie, R., Indriyati, W., & Sopyan, I. (2011). Ofloxacin Analysis Validation Method in Human Blood Plasma (In Vitro) using Solid Phase Extraction HPLC.Medical and Health Science Journal, MHSJ. Indonesia : Universitas Padjajaran. pp. 80-87.

Ronald, A. (2002). The etiology of urinary tract infection : traditional and emerging pathogens. America Journal Medical. 133(suppl 1A): 145-195.

Rubin, N.E., Cotran, R.S., & Rubin, R.H. (2004). Urinary tract infections, pyelonephritis, and reflux nephropathy. In: Brenner, B.M., editor. Brenner & Rector’s the kidney. 7th ed. Philadelphia : WB Saunders. pp:1554-1555.

Shargel, L., Wu-Pong, S., & Yu, A.B.C. (2004). Applied biopharmaceutics and pharmacokinetics (5th Ed). New York : McGraw-Hill.

Synder, L.R., Kirkland, J.J., & Dolan J.W. (2010). Introduction to modern liquid chromatography (3¬rd ed). USA : John Wiley & Sons, 163.

Wongsinsup, C., Taesotikul,W., Kaewvichit, S., Sangsrijan, S., & Sangsrijan S. (2009). Simple Extraction and Determination of Ofloxacin in Human Plasma by High-Performance Liquid Chromatography with Fluoresence Detector. J.Nat.Sci. Thailand : Chiang Mai University. 8(2):165-174.